Jilbab

Jilbab

Pagi ini kerjaan ku super duper sibuk, ribet jangan ditanya lagi.. Aku juga harus ke gudang kantor ku yang letaknya agak jauh dari kantor ku. Dengan menumpang taxi, aku pun berangkat menuju gudang. Di dalam perjalanan, tiba – tiba supir taxi nya ngajak ngobrol, awalnya hanya sekedar obrolan ringan, tetapi lama – lama jadi serius.. Entah bahan pembicaraan awalnya seperti apa, tetapi tiba – tiba kita sudah membicarakan mengenai jilbab. Dengan berapi – api dia mengatakan bila dia tidak mengijin kan istrinya berjilbab. Aku tanya mengapa, dia pun menjawab “buat apa istri saya berjilbab kalo masih suka bohong?misalnya ada tetangga nanya dia udah masak atau belom, terus istri saya bilang belum pdhl dia sudah masak, karena takut diminta jadi dia bilang belum, itu kan berbohong kecil Bu namanya, makanya saya sangat larang kecuali dia sudah bener2 siap, tidak ada kebohongan sedikitpun, ga ngerumpi, ga menggunjingkan orang lain, baru aku ijinkan dia berjilbab bu…”

Uhm, aku pun tak berkomentar lagi, aku diam… apa yang harus aku jawab? karena jawaban dia sudah benar, mungkin agak terkesan kaku tapi kembali ke orangnya masing2 🙂 Tak berapa lama pun dia bercerita kalo dia sudah sering mengantar wanita2 selingkuhan yang awalnya memakai jilbab dan sampai di hotel langsung dibuka, ada pula yang keluar dari hotel belum memakai jilbab dan sewaktu sampai dirumah langsung di pakaikan kembali jilbab nya. Dari kejadian itulah sang supir melarang istrinya untuk memakai jilbab. Selama 10 thn dia melihat kejadian2 itu, mungkin merubah pikiran dan pandangan dia tentang jilbab.

Begitu tiba di tempat tujuan, aku terus berpikir. Apakah orang itu yang salah apakah tindakan dia benar yah dalam mengambil tindakan yang melarang istrinya untuk berjilbab. Aku pun bertanya dengan Pak Budi rekan kerja ku yang menurutku beliau mengerti akan pelajaran agama 🙂 Beliau mengambil kesimpulan kalo apa yang dikatakan supir taxi itu memang dampak dari apa yang dia lihat setiap hari nya. Tapi sang supir taxi itu salah juga melarang istrinya berjilbab 🙂

Kadang aku jadi berpikir, buat apa berjilbab kalo masih berkelakuan tidak baik yah? tapi kembali ke masing2 orang lah yah.. Mungkin beberapa sudah ada panggilan memakai penutup aurat itu, mungkin juga sebagian karena ikut – ikutan saja 🙂

Hanya Allah yang tahu 🙂

Semoga kita bisa mengambil manfaat dan pelajaran dengan pendapat supir taxi itu 🙂

Mother of 3M

3 Comments

  • budi

    Memang sesungguhnya sebagai UmatNYA Rosululloh (khususnya wanita) WAJIB menggunakan Jilbab, karena yg utama yaitu dapat dibedakan siapa wanita itu ( nakal / tidak ) dan orang akan (lebih) segan utk menggodanya.

    Hal lain kenapa wanita itu WAJIB memakai Jilbab yaitu :

    • budi

      Dalam QS. 7/26 : “Hai anak Adam[530], sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa[531] itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
      Hal lain agar tidak menimbulkan pandangan Jinah kepada yg melihatnya, contoh apabila tubuh dari wanita memakai pakain dan yg tertutup oleh pakaiannya-lah yang dinikmati oleh suaminya sementara yg tidak tertutup akan dinikmati oleh semua mata yg memandangnya..
      Ini juga ada dalam Al Qur’an 33/59 : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

      [1232]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
      Jadi dapat dilihat bahwa sesungguhnya hamba Allah yang sangat mulia adalah WANITA dan janganlah suatu hal yg mulai di mata Allah menjadi hal yg hina ( hanya mengejar populitas/mengikuti kemajuan jaman ).

      Dalam Ayat tsb jelas bahwa pemakai JILBAB yg sesungguhnya yaitu harus baik dipandang dimata orang (habluminannas) dan baik dimata penciptanya yaitu Allah (habluminnallah), berarti apabila seorang wanita memakai JILBAB dimasukkan kedalam kerah BAJUnya / masih membentukkan bentuk DADA-nya dg JILBAB-nya..ini sama saja dengan tidak menggunakan JILBAB / lebih baik dilepas, karena dia memakai hanya mengikuti tren / model (tidak nyunah)

      Hal lain yg perlu diperhatikan yaitu pakaian yg lain (baju dan celananya), apabila memang sdh “nyunah” dalam JILBAB-nya biasanya pakaian yg lain akan imbang ( baju gamis / yg panjang ), tetapi apabila tidak “nyunah”, maka biasanya akan menunjukkan kemolekan tubuhnya (biasanya dg celana panjang yg agak ketat dan masih menunjukkan bentuk pinggulnya).
      Cobalah memahami apa yg sdh Allah tentukan pakaian bagi umatNYA rosululloh dengan cara mengikuti bagaimana seharusnya.

      Pertanyaannya kapan dan dimana saat dilepas/dipakainya JILBAB tsb, dapat dilihat pada QS.24/31 :”Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.

      Kesimpulan dari ayat ini (yg paling ringan analisanya), hanya boleh dilepas dalam rumah dan hanya keluarga saja yg melihatnya.

      Kenapa hal ini saya coba utk menjabarkan secara detail, agar umatNYA yg sangat dimuliakan tidak terjerumus dalam pergaulan/perkembangan zaman dan sayapun sudah menjalankan perintahNYA seperti dalam QS.7/164 : ” Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu[580], dan supaya mereka bertakwa”.

      [580]. Alasan mereka itu ialah bahwa mereka telah melaksanakan perintah Allah untuk memberi peringatan.

      Demikian kebenaran datangnya dari Allah dan kesalahan datangnya dari diri pribadi dan kebodohan yg ada pd diri saya….mohon maaf apabila salah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *